🐚 Perbedaan Hikayat Dan Cerita Rakyat
Hikayat Hikayat berasal dari negara India dan arab yang berisi cerita kehidupan para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan bahkan raja-raja yang memiliki kekuatan magis. Cerita yang diangkat dalam hikayat biasanya tidak masuk akal dan bersifat fantasi. Kebanyakan cerita yang diangkat dalam hikayat adalah tokoh-tokoh dalam sejarah.
Pengertianhikayat adalah karangan yang menceritakan realitas kehidupan para tokoh. Hikayat diambil dari kata cerita rakyat. Di Indonesia, sebenarnya ada berbagai macam hikayat yang bisa kita dengarkan dan kita baca. Jadi pada kesempatan kali ini kita akan mengulas banyak tentang hikayat. Berikut adalah beberapa pengertian, struktur, unsur dan
Bahanajar ini terbagi menjadi empat unit topik yaitu: 1. Mengidentifikasi karakteristik cerita rakyat (hikayat) 2. Mengidentifikasi nilai sosial, nilai agama, nilai budaya, nilai moral dalam cerita rakyat. 3. Menulis ringkasan isi cerita rakyat (hikayat) dengan menggunakan bahasa Indonesia. yang baik dan benar. 4.
BACALAH2 KUTIPAN HIKAYAT DAN CERPEN BERIKUT INI, DAN KERJAKAN SOAL NOMOR 6 dan 7. KUTIPAN CERITA RAKYAT. Maka berkeinginanlah istri Khojan Maimun untuk mendengarkan cerita tersebut. Maka Bayanpun berceritalah kepada Bibi Zaenab dengan maksud agar ia dapat memperlalaikan perempuan itu.
CeritaRakyat dari Jambi: Asal Usul Jambi. Al Kisah di pantai timur Pulau Sumatera terdapat sebuah kerajaan. Kerajaan itu sangat kaya karena mempunyai banyak tambang minyak tanah. Bagina yang memerintah kerjaan itu belum mempunyai isteri (Permaisuru). Belum ada seorang gadis pun yang beliau cintai.
Unsurinstrinsik hikayat adalah unsur pembangun yang berasal dari dalam cerita hikayat itu sendiri. Dengan Cerita Siswapedia Mirip Hari Yang Lalu Dongeng Binatang Karena Semua Tokohnya Binatang (Fabel) Dongeng Cerita Rakyat Berdasarkan Unsur Unsur Intrinsiknya Seperti Tema Satria Gembul Hikayat Legenda Mite Saga Dan Fabel Mirip Jan Contoh
11Hikayat termasuk salah satu bentuk sastra karya prosa lama yang isinya berupa cerita, kisah, dongeng maupun sejarah. Umumnya, hikayat mengisahkan tentang kepahlawanan seseorang, lengkap dengan keanehan, kekuatan/kesaktian, dan mukjizat sang tokoh utama.
5 Perbedaan Berdasarkan Alur Cerita. Alur cerita adalah rangkaian urutan peristiwa pada sebuah cerita. Hikayat biasanya memiliki alur cerita maju karena menceritakan kisah dari awal perjuangan sampai akhirnya tokoh mencapai sebuah tujuan. Sedangkan cerpen memiliki alur cerita yang beragam bisa menggunakan alur maju, mundur atau campuran. 6.
PengertianCerita Rakyat Jenis, Unsur, dan Ciri-Cirinya. Pengertian Cerita rakyat - Cerita Rakyat adalah, salah satu warisan budaya Indonesia yang berupa karya sastra tulis dan mengandung nilai moral dan norma yang berlaku di masyarakat. Tak jarang, cerita rakyat juga mencoba menjelaskan hal-hal yang ada di suatu wilayah secara historis atau
. 1. Pengertian cerita rakyat Cerita rakyat merupakan cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas disetiap bangsa yang mempunyai kultur budaya yang beraneka ragam yang mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair, hikayat dan terjemahan novel barat. Sastra tersebut disebut sebagai sastra melayu klasik karena sastra tersebut berkembang di daerah melayu pada masa sebelum dan sesudah Islam hingga mendekati tahun 1920-an di masa balai pustaka. Dengan demikian jelaslah bahwa cerita rakyat merupakan akar cerita Melayu Klasik. Mengapa dinamakan karya sastra Melayu Klasik karena sastra lama yang lahir pada masyarakat lama atau tradisional yakni suatu masyarakat yang masih sederhana dan terikat oleh adat istiadat, seperti apa yang telah ditulis di atas. 2. Nilai-nilai cerita rakyat Nilai adalah suatu yang berharga, bermutu, menunjukan kualitas, dan berguna bagi manusia. Dalam karya sastra berwujud makna di balik apa yang ditulis melalui unsur instrinsik seperti perilaku, dialog, peristiwa, setting, dan sebagainya. Menurut Suherli, dkk. terdapat enam nilai dalam hikayat, yaitu a. Nilai budayaNilai yang diambil dari budaya yang berkembang secara turun menurun di masyarakat berhubungan dengan budaya melayu Ciri khas nilai-nilai budaya dibandingkan nilai lainnya adalah masyarakt takut meninggalkan atau menentang nilai tersebut karena takut’ sesuatu yang buruk akan Nilai moralNilai yang berhubungan dengan masalah moral. Pada dasarnya nilai moral berkaitan dengan nasihat-nasihat yang berkaitan dengan budi pekerti, perilaku, atau tata susila yang dapat diperoleh pembaca dari cerita yang dibaca atau Nilai agama/ religiNilai yang berhubungan dengan masalah keagaman. Nilai religi biasanya ditandai dengan penggunaan kata dan konsep Tuhan, mahluk ghaib, dosa-pahala, serta Nilai pendidikan/ edukasiNilai yang berhubungan dengan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang/kelompak orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihane. Nilai estetikaNilai yang berhubungan dengan keindahan dan Nilai sosialNilai yang berhubungan dengan kehidupan di dalam masyarakat. Biasanya berupa nasihat-nasihat yang berkaitan dengan kemasyarakatan. Indikasi nilai sosial dikaitkan dengan kepatuhan dan kepantasan bila diterapkan dalam kehidupan mempelajari cerita rakyat kalian akan mengetahui tentang budaya, moral, agama, pendidikan, sasial dan nilai-nilai kehidupan lain. Dari cerita hikayat, kita dapat memetiknilai-nilai kehidupan sebagai cermin bagi kehidupan pembelajaran yang telah lalu kalian telah memahami nilai teks cerita rakyat. Sebenarnya bahwa banyak nilai dalam cerita rakyat/hikayat yang masih sesuai dengan kehidupan masa kini. Sebagai karya sastra modern yang mengangkat nilai-nilai kehidupan masa kini, dapat diduga bahwa banyak nilai dalam hikayat yang bersesuaian dengan nilai. 3. Karakteristik cerita rakyat Cerita rakyat/ hikayat merupakan sebuah teks narasi yang berbeda dengan narasi lain. Di antara karakteristik adalaha. KemustahilanSalah satu ciri cerita rakyat/hikayat adalah kemustahilan dalam teks, baik dari segi bahasa maupun dari segi cerita. Kemustahilan berarti hal yang tidak logis atau tidak bisa KesaktianSelain kemustahilan, seringkali dapat kita temukan kesaktian para tokoh dalam cerita rakyat/hikayat. Kesaktian dalam Hikayat Indera Bangsawan ditunjukkan dengan kesaktian kedua pangeran kembar, Syah Peri dan Indera Bangsawan, serta raksasa kesaktian itu1 Syah Peri mengalahkan Garuda yang mampu merusak sebuah kerajaan;2 Raksasa memberi sarung kesaktian untuk mengubah wujud dan kuda hijau untuk mengalahkan Buraksa;3 Indera Bangsawan mengalahkan AnonimSalah satu ciri cerita rakyat, termasuk hikayat, adalah anonim. Anonim berarti tidak diketahui secara jelas nama pencerita atau pengarang. Hal tersebut disebabkan cerita disampaikan secara lisan. Bahkan, dahulu masyarakat memercayai bahwa cerita yang disampaikan adalah nyata dan tidak ada yang sengaja Istana SentrisCerita rakyat/ hikayat seringkali bertema dan berlatar kerajaan. Dalam Hikayat Indera Bangsawan hal tersebut dapat dibuktikan dengan tokoh yang diceritakan adalah raja dan anak raja, yaitu Raja Indera Bungsu, putranya Syah Peri dan Indera Bangsawan, Putri Ratna Sari, Raja Kabir, dan Putri Kemala Sari. Selain itu, latar tempat dalam cerita tersebut adalah negeri yang dipimpin oleh raja serta istana dalam suatu Penyebarannya secara lisanAlasan mengapa disebarkan secara lisan? Penyebab utamanya adalah pergerakan zaman dahulu sangatlah lambat jika dibandingkan dengan konvoi masyarakat di zaman modern ini. Oleh karena itu, penyebaran budaya dan cerita secara lisan akan lebih mempercepat tersebarnya cerita dibandingkan dengan menggunakan media tulisan. Selain itu, melalui budaya lisan, masyarakat juga mampu lebih intens memberikan nilai-nilai positif nan terdapat di dalam cerita sehingga pesan moral yang terdapat di dalamnya akan sampai kepada pendengar dengan lebih cepat dan efektif. Akibat penyebarannya yang secara lisan tidak jarang menimbulkan berbagai variasi karya cerita TradisionalMempertahankan kebiasaan masyarakat jaman dulu atau adat istiadat. Hal ini menjadikan karya tersebut klise dalam susunan atau cara pengungkapannya. 4. Gaya bahasa Cerita Rakyat Gaya bahasa atau penggunaan bahasa cerita rakyat biasanya menggunakan bahasa melayu klasik. Ciri bahasa yang dominan dalam cerita sejarah/ hikayat adalaha. Menggunakan majasPenggunaan majas bertujuan agar cerita lebih Banyak menggunakan konjugsi pada setiap awal kalimatContohHatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu Hatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu. Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Menggunakan kata bahasa yang digunakan dalam cerita rakyat bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, tidak semua kata dalam cerita rakyat dijumpai dalam bahasa Indonesia sekarang. Kata-kata dalam hikayat sudah jarang digunakan atau bahkan sudah asing disebut sebagai kata-kata Mengungkapkan sesuatu yang mustahil atau tidak masuk akal. Hal ini ditandai oleh tokoh-tokohnya yang melakukan kegiatan yang tidak masuk akal. Misalnyadapat berbicara dengan binatang, bisa memasak di telapak tangan, bisa terbang dan lain-lain. 5. Pengertian, Penggunaan Bahasa dan Nilai-nilai dalam Cerita Pendek Cerita pendek adalah cerita berpusat pada satu tokoh dan situasi tertentu dimana ada puncak masalah klimaks dan penyelesaiannya. Selain itu, di dalam cerita pendek atau cerpen terdapat kurang dari kata saja, sehingga cenderung singkat dan bahasa dalam cerpen adalaha. menggunakan bahasa sugestifb. menggunakan bahasa yang naratifc. menggunakan kata kiasan, majas atau bersayad. menggunakan kata sifate. menggunakan kata ganti atau partisipan personalf. menggunakan keterangang. bahasanya singkat, padat, intensifh. menggunakan konjungsi sebab akibati. menggunakan kata istilah yang sesuaij. menggunakan kata kerja aksiKandungan nila-nilai dalan cerpen sama seperti kandungan nilai-nilai dalam karya-karya lain. Seperti nilai yang ada pada teks cerita rakyat yaitu nilai sosial, budaya, moral, pendidikan, religius dan sebagainya. 6. Membandingkan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Hikayat Hikayat dan cerpen sama-sama merupakan teks narasi fiksi. Keduanya mempunyai unsur intrinsik yang sama yaitu tema, tokoh dan penokohan, sudut pandang, seting, gaya bahasa, dan bahasa yang dominan dalam cerpen adalah penggunaan gaya bahasa majas dan penggunaan konjungsi yang menyatakan urutan waktu dan urutan Penggunaan MajasPenggunaan majas dalam cerpen dan hikayat berfungsi untuk membuat cerita lebih menarik jika dibandingkan menggunakan bahasa yang bermakna lugas. Ada berbagai jenis majas yang digunakan baik dalam cerpen dan hikayat. Di antara majas yang sering digunakan dalam cerpen maupun hikayat adalah majas antonomasia, metafora, hiperbola dan majas perbandingan. Meskipun sama-sama menggunakan gaya bahasa, tetapi gaya bahasa yang digunakan dalam hikayat berbeda penyajiannya dengan gaya bahasa dalam Miskin laki-bini dengn rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri antah berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah- darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah Si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari Miskin dalam kutipan hikayat di atas merupakan contoh majas antonomasia yaitu majas yang menyebut seseorang berdasarkan ciri atau sifatnya yang dengan penggunaan majas antonomasia dalam penggalan novel Putri Tidur dan Pesawat Terbang karya Gabriel Garcia Marquez berikut ini.“Pilih mana,” katanya, “tiga, empat, atau tujuh?” “Empat.” Ia tersenyum penuh kemenangan. “Selama lima belas tahun saya bekerja di sini,” katanya, “Anda orang pertama yang tidak memilih tujuh.” Ia menulis nomor kursi di boarding passku dan mengembalikannya bersama dokumen- dokumenku, lalu memandangku untuk kali pertama dengan matanya yang berwarna anggur, sebuah hiburan sampai aku bisa melihat Si Cantik lagi. Kemudian ia memberi tahu bahwa bandara baru saja ditutup dan semua penerbangan ditunda. Dikutip dari simile juga banyak digunakan dalam hikayat maupun cerpen. Majas simile adalah majas yang membandingkan suatu hal dengan hal lainnya menggunakan kata penghubung atau kata pembanding. Kata penghubung atau kata pembanding yang biasa digunakan antara lain seperti, laksana, bak, dan bagaikan. Penggunaan majas pada cerita rakyat/hikayatMaka Si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, Si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu. Hikayat Si Miskinb. Penggunaan konjungsiBaik cerpen maupun hikayat merupakan teks narasi yang banyak menceritakan urutan peristiwa atau kejadian. Untuk menceritakan urutan peristiwa atau alur tersebut keduanya menggunakan konjungsi yang menyatakan urutan waktu dan contoh penggunaan konjungsi pada penggalan hikayat berikut suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya. Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata. Hatta beberapa lama di tinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua. Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu. Maka bernasihatlah ditentang perbuatannya yang melanggar aturan Allah SWT. Maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati. Lalu Bibi Zainab pun pergi mendapatkan bayan yang sedang berpura- pura tidur. Hikayat Bayan BudimanKonjungsi “sebelum” yang bergaris bawah dalam penggalan hikayat di atas menunjukkan urutan waktu sedang konjungsi “lalu” menyatakan urutan kejadian. Penggunaan konjungsi yang tepat sangat penting untuk mengembangkan alur dengan penggunaan konjungsi dalam penggalan cerpen berikut perutnya kian menjadi-jadi. Terlampau perihnya, hingga seluruh pandangannya terasa buram. Leyla seperti melihat ribuan kunang-kunang berlesatan mengitari kepalanya. Selanjutnya Ketika Leyla memutuskan untuk mengungsi, meninggalkan kam- pong halamannya, perih yang mutnya, ia menyebut kunang-kunang itu sebagai sang maut. Sang maut yang selalu menguntitnya dan sewaktu-waktu siap mengantarnya menyusul almarhum suaminya. Menjemput Maut di Mogadishu karya Masdar ZaenalSumber Koran Kompas Minggu, 1 Juli 2012Konjungsi “ketika” dalam kutipan di atas menyatakan hubungan waktu, sedangkan konjungsi “selanjutnya” menyatakan urutan peristiwa. 7. Membandingkan Nilai dalam Teks Hikayat dengan Nilai Cerpen Pada pembelajaran yang telah lalu kamu telah memahami bahwa banyak nilai dalam hikayat yang masih sesuai dengan kehidupan masa kini. Sebagai karya sastra modern yang mengangkat nilai-nilai kehidupan masa kini, dapat diduga bahwa banyak nilai dalam hikayat yang bersesuaian dengan nilai dalam hikayat.
Cerita rakyat menjadi sebahagian dari kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki setiap bangsa. Begitu juga dengan Malaysia. Jika dikaji dengan teliti, negara kita sebenarnya memiliki cerita rakyat yang sangat rakyat dapat diertikan sebagai ekspresi budaya sesuatu masyarakat melalui tutur bahasa yang berhubungan secara langsung dengan pelbagai aspek budaya dan susunan nilai sosial masyarakat tersebut. BESARKAN TEKS A- A+ Zaman dahulu, cerita rakyat diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya secara lisan. Pada umumnya, cerita rakyat mengisahkan tentang kejadian pelbagai perkara seperti kejadian alam semesta. Lukisan MahsuriKebanyakan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat biasanya ditampilkan dalam pelbagai bentuk baik yang berupa binatang, manusia ataupun dewa. Kesemua watak-watak ini sering disifatkan sebagai rakyat sangat digemari oleh masyarakat kerana dapat dijadikan sebagai tauladan, penglipur lara dan juga jenaka. Selain itu, cerita rakyat juga mengandungi ajaran tentang budi pekerti atau pendidikan moral dan hiburan bagi ramai yang masih lagi tidak jelas tentang perbezaan antara mitos, dongeng, legenda dan hikayat yang merangkumi cerita rakyat yang sering didengar sejak mereka masih kecil lagi. Berikut adalah penjelasan mengenai perbezaan antara sifat-sifat cerita rakyat yang Mitos adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan tentang sesuatu kisah yang berlatarbelakangkan masa lalu. Mitos juga sering diertikan sebagai cerita sesuatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dahulu. Mitos mengandungi penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia dan bangsa tersebut. Ia mengandungi erti mendalam yang diungkapkan dengan cara ghaib. Mitos dianggap sebagai cerita rekaan tetapi masyarakat tradisional mempercayai bahawa mitos itu benar-benar Hashim Awang 1985, ciri-ciri cerita mitos ialah cerita yang mengisahkan tentang manusia, makhluk atau peristiwa luar biasa yang tidak rasional atau tidak dapat diterima oleh akal masyarakat Melayu tradisional, cerita mitos adalah suci dan mulia tetapi berlawanan kepada sifat duniawi. Banyak pantang larang dikenakan dalam hal untuk mematuhi cerita mitos dan ia dianggap sebagai sistem kepercayaan yang tidak boleh kerana, masyarakat pada zaman duhulu masih terpengaruh dengan agama Hindu walaupun sudah ada sebahagian masyarakat yang telah memeluk agama Dongeng adalah bentuk sastera lama yang menceritakan tentang sesuatu kejadian luar biasa yang penuh dengan khayalan fiksyen. Ia dianggap tidak benar-benar terjadi. Fungsi dongeng adalah untuk menyampaikan pesan moral, mendidik atau dongeng biasanya diangkat daripada pemikiran fiksyen dan kisah nyata. Ia biasanya diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Kisah dongeng boleh membawa pendengarnya hanyut ke dalam dunia tidak jauh berbeza dengan mitos, kisah dongeng biasanya menceritakan tentang kesedihan atau kebahagian watak-watak, sejarah keluarga atau kesukuan. Manakala mitos pula sering menceritakan peristiwa global dan watak-wataknya selalunya mempunyai sifat luar dongeng sering menjadi pilihan kebanyakan sasterawan dan penerbit buku lalu dimodifikasikan menjadi dongeng moden. Salah satu kisah dongeng yang masih diminati sehingga hari ini ialah kisah 1001 asli dari dongeng tersebut hanya diambil sebahagiannya kemudian diubah dan ditambah. Bahkan, ada yang diganti sehingga melencong jauh dari kisah aslinya. Plot kisah dongeng biasanya tidak mempunyai ruang masa dan hampir tidak mungkin dapat ditentukan bila peristiwa tertentu itu Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi oleh penyampai cerita tersebut. Biasanya legenda kerap dijadikan sebagai sejarah dan tema cerita legenda berkaitan dengan tokoh-tokoh terkenal yang dipercayai pernah hidup suatu ketika dahulu dan sering dikaitkan dengan sifat kepahlawanan yang menjadi kebanggaan masyarakat legenda sering kali dibuat secara berlebih-lebihan dan melampaui kelaziman yang biasa dimiliki oleh seorang manusia. Cerita-cerita tentang tokoh legenda ini juga sering bercampur aduk antara unsur sejarah dengan unsur legenda biasanya menjadi kemegahan dan kebanggaan sesuatu bangsa seperti memiliki rupa paras yang kacak, berperibadi mulia, bijaksana dan dikagumi setiap lebih berpijak di bumi nyata, iaitu tokoh yang dipusatkan 'lazimnya memang pernah hidup dan banyak jasanya. Mereka disenangi dan menjadi sebutan masyarakat, lantaran itu perwatakan mereka telah ditokok tambah oleh belakang kisah legenda juga berpusat di dunia nyata bukannya dunia khayalan. Antara contoh kisah legenda adalah seperti Hang Tuah dan Mahsuri. Hikayat Hikayat adalah sebuah karya sastera lama Melayu silam yang berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, salasilah yang sifatnya rekaan, biografi, keagamaan, sejarah atau gabungan dari sifat-sifat yang ada. Hikayat biasanya dibaca dan diceritakan untuk menghibur atau menaikkan semangat hikayat biasanya berbentuk panjang dan menceritakan mengenai seseorang atau kejadian yang penting. Cerita hikayat adalah warisan dari penceritaan secara lisan. Kebanyakan cerita hikayat ditulis dalam bentuk di mana pembaca akan membacanya dengan kuat untuk didengari oleh berasal dari bahasa Arab iaitu 'Haka' yang bermaksud bercerita atau menceritakan. Ada kalanya, hikayat ini mirip dengan cerita sejarah yang banyak isinya terdapat hal-hal yang tidak masuk akal dan penuh dengan yang terdapat dalam hikayat tidak jauh berbeza dengan jenis prosa lama yang lainnya. Hikayat dibangunkan oleh dua unsur iaitu unsur intrinsik dan unsur intrinsik dalam hikayat adalah unsur yang membangun cerita tersebut dari dalam. Sedangkan, unsur ekstrinsik pula adalah unsur yang membangun cerita tersebut dari luar. Unsur-unsur intrinsik yang membangun sebuah hikayat adalah seperti tema, latar, alur, amanat, tokoh, sudut pandang dan Kompasiana2. Sodium Media3. Karya Agung
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Cerita rakyat menjadi bagian dari kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki setiap bangsa. Begitu juga dengan Indonesia, jika digali dengan sungguh-sungguh, negeri kita sebenarnya memiliki cerita rakyat yang rakyat dapat diartikan sebagai ekspresi budaya suatu masyarakat melalui bahasa tutur yang berhubungan langsung dengan berbagai aspek budaya dan susunan nilai sosial masyarakat tersebut. Dahulu, cerita rakyat diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya secara lisan Suripan Sadi Hutomo, 1991 4.Pada umumnya cerita rakyat mengisahkan tentang kejadian berbagai hal, seperti kejadian alam semesta. Adapun tokoh-tokoh dalam cerita rakyat biasanya ditampilkan dalam berbagai wujud baik berupa binatang, manusia maupun dewa, yang kesemuanya disifatkan sebagai manusia. Cerita rakyat sangat digemari oleh masyarakat karena dapat dijadikan sebagai suri tauladan, pelipur lara, serta bersifat jenaka. Selain itu cerita rakyat juga mengandung ajaran budi pekerti atau pendidikan moral dan hiburan bagi masyarakat. Dalam pelajaran bahasa Indonesia setidaknya ada 5 macam jenis cerita rakyat yang masing-masing memiliki perbedaan tetapi ada kesamaan di dalamnya. Untuk lebih jelasnya berikut perbedaan antara dongeng, legenda, mitos, fabel dan hikayat DongengDongeng adalah bentuk sastra lama yang menceritakan tentang suatu kejadian luar biasa yang penuh dengan khayalan fiksi dan dianggap tidak benar-benar terjadi. Fungsi dongeng adalah untuk menyampaikan pesan moral atau mendidik dan Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi oleh yang mempunyai cerita tersebut. Biasanya legenda kerap dijadikan sebagai sejarah adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan suatu kisah yang berlatarbelakang masa lalu. Mitos juga sering diartikan sebagai cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dulu, mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa tersebut mengandung arti mendalam yang diungkapkan dengan cara ghaib. 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya
perbedaan hikayat dan cerita rakyat